Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisisis pemakaian bahasa Indonesia pada media luar ruang berdasarkan aspek fisik, bahasa, serta mengetahui peringkat keterkendalian pemakaian bahasa Indonesiapada media luar ruang di Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif . Populasi penelitian ini adalah seluruh media luar ruang yang berada di Kota Kendari. Adapun sampel berjumlah 70 (tujuh puluh) foto media luar ruang dari empat lembaga pemerintah (28 foto), empat lembaga pendidikan (28 foto), dua lembaga swasta (14 foto). Langkah pengumpulan data, yaitu: (a) mengumpulkan data penggunaan bahasa di ruang publik di Kota Kendari, (b) memilih tujuh puluh data yang mewakili tujuh objek pengutamaan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan (1) penggunaan bahasa meliputi penempatan bahasa Indonesiadan bahasa asing; dan (2) kesalahan kaidah kebahasaan  terjadi pada tataran ejaan dan pilihan kata.Penggunaan Bahasa Indonesiapada media luar ruang di Kota Kendar menunjukkan wilayah yang penggunaan bahasa di ruang publiknya kurang terkendali: secara fisik terdapat bahasa campuran yaitu Bahasa Indonesiadan bahasa asing; kaidah kebahasaan baik pada struktur namun masih terdapat kesalahan pada tataran ejaan dan pilihan kata; dan tipografi kebahasaan mulai lebih baik.

Keywords

Bahasa Indonesia Kontrol Kota Kendari Media Luar Ruang

Article Details

How to Cite
Karim, K., Mando, L., & Iye, R. (2022). Tingkat Terkendali Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di Kota Kendari. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 8(3), 824-840. https://doi.org/10.35326/pencerah.v8i3.2419

References

  1. Adhani, A. (2018). Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Penulisan Spanduk Polres Madiun Kota.
  2. Artawa, K., Mulyawan, I. W., Satyawati, M. S., & Erawati, N. K. R. (2020). Balinese in public spaces (A lingustic landscapes study in Kuta Village). Journal of Critical Reviews, 7(7), 6–10. https://doi.org/10.31838/jcr.07.07.02
  3. Depdikbud. (1988). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
  4. Finoza, L. (2005). Komposisi Bahasa Indonesia. Diksi Insan Media.
  5. Karim, K., Maknun, T. (2018). Praanggapan Dalam Pamflet Sosialisasi Pelestarian Lingkungan Di Kabupaten Wakatobi. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 241–247.
  6. Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. PT. Rajagrafindo Persada.
  7. Nafrin, I. A., & Hudaidah, H. (2021). Perkembangan Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 456–462. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i2.324
  8. Nazriani, A. (2020). Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesiadalam Ruang. Jurnal Sang Pencerah, 6(1), 8–17.
  9. Nita Handayani Hasan. (2019). Keterkendalian Penggunaan Bahasa Indonesia pada “Media Luar Ruang” di Kota Ambon. Jurnal Totobuang, 7(1), 1–33. https://www.bertelsmann-stiftung.de/fileadmin/files/BSt/Publikationen/GrauePublikationen/MT_Globalization_Report_2018.pdf%0Ahttp://eprints.lse.ac.uk/43447/1/India_globalisation%2C society and inequalities%28lsero%29.pdf%0Ahttps://www.quora.com/What-is-the
  10. Risman Iye, D. (2022). The Symbolic Meaning of Wedding Offerings in Buru Island. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 8(1). https://doi.org/https://doi.org/10.35326/pencerah.v8i1.1797
  11. Salamun, T. (2018). Deiksis Persona Bahasa Indonesia Dialek Ambon [Personal Deixes of Indonesian Leanguage. TOTOBUANG, 6(1).
  12. Sudaryanto. (1992). Metode Linguistik Kearah MemahamiMetode Linguistik. Gadjamada University Press.
  13. Sumiaty. (2022). Buku ajar bahasa Indonesia. In Buku Ajar (p. 346). Rena Cipta Mandiri.
  14. Suminar, E. (2019). Komunikasi Dan Identitas Kultural Remaja Suku Dawan Di Kota Kupang, Timor Barat, Nusa Tenggara Timur. Ensains Journal, 2(1), 25. https://doi.org/10.31848/ensains.v2i1.176
  15. Surana. (1995). Materi Bahasa Indonesia. PT. Tiga Serangkai.
  16. Yadnya, P., & Bagus, I. (2022). The Nouns of Tomia Dialect in Wakatobi Language : An Ecolinguistic. 7, 394–398.