Main Article Content

Abstract

Salah satu tantangan dalam perencanaan dan pengembangan wilayah adalah bencana sehingga dalam rencana pembangunan, setiap kebijakan mengintegrasikan aspek mitigasi bencana. Secara umum, bencara dibagi tiga jenis yakni bencana alam, bencana non alam, dan bencana biologis. Bencana biologis adalah suatu bencana yang diakibatkan oleh organisme hidup salah satunya adalah demam berdarah dengue (DBD). Di Sulawes Tenggara, salah satu daerah yang mengalami kerentanan kasus DBD adalah Kabupaten Bombana. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan DBD di Kabupaten Bombana menurut incidence rate (IR), frekuensi kejadian dan deret tahun kejadian dengan mengambil studi di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Objek penelitian adalah kasus DBD selama periode tahun 2015-2018. Klasifikasi tingkat kerawanan DBD merujuk dari Depkes RI (2011) adalah “sangat rawan” (endemis), “rawan” (sporadis), “agak rawan” atau “agak aman” (potensial), dan “aman”.  Hasil analisis diketahui bahwa kasus DBD di Kecamatan Rumbia terjadi ditahun 2015 dan 2017, sedangkan di Kecamatan Rumbia Tengah terjadi ditahun 2015 dan 2018. Nilai IR rata-rata di Kecamatan Rumbiah sebesar 185,25 dan di Kecamatan Rumbiah Tengah sebesar 320,75, nilai tersebut lebih tinggi dari nilai IR nasional yakni 22,55 (per 100.000 penduduk). Tingkat kerawanan DBD di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah dalam ketegori “agak aman” atau “agak rawan”.

Keywords

DBD Tingkat Kerawanan Frekuensi Deret Tahun Kejadian

Article Details

How to Cite
Husen, O., Tamburaka, E., Hasddin, H., & Handa, I. (2021). Tingkat Kerawanan Bencana Biologis Demam Berdarah Dengue (DBD); Studi di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 7(3), 425-434. https://doi.org/10.35326/pencerah.v7i3.1330

References

  1. Adnan, A. B., & Siswani, S. (2019). Peran Kader Jumantik Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Kelurahan Tebet Timur Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 204-218.
  2. Alfiyanti, U. N., & Siwiendrayanti, A. (2021). Analisis Spasial dan Temporal Kejadian DBD Di Kota Semarang Tahun 2016-2019. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 18(1), 39-48. https://doi.org/10.31964/jkl.v18i1.286
  3. Asniati, A., Indirawati, S., & Slamet, B. (2021). Analisis Sebaran Spasial Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue Tahun 2010 – 2019 di Kota Banda Aceh. Jurnal Serambi Engineering, 6(1), 1607-1615. https://doi.org/10.32672/jse.v6i1.2650
  4. Candra, A. (2010). Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Jurnal Aspirator, 2(2), 110-119.
  5. Ciptono, F.A., Martini., Yuliawati, S., & Saraswati, D. (2021). Gambaran Demam Berdarah Dengue Kota Semarang Tahun 2014-2019, Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 11(1), 1-5.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jim/index
  6. Kemenkes. (2011). Modul Pengendalian Deman Berdarah Dengue. Jakarta: Kemenkes, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
  7. Lesar, E., Joseph, W. B. S., & Pinontoan, O. R. (2020). Gambaran Pengetahuan dan Tindakan Masyarakat Tentang Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue di Desa Touure Kabupaten Minahasa Tahun 2020. Jurnal Kesmas, 9(7), 168-175.
  8. Lusianah, E., & Utomo, B. (2019). Studi Epidemiologi Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Buletin Keslingmas, 38(2), 141–147. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v38i2.4871
  9. Santoso & Yahya 2011. (2011). Analisis Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Puskesmas Rawasari Kota Jambi Bulan Agustus 2011, Jurnal Ekologi Kesehatan, 10(4), 248-255
  10. Sunaryanti, S. S. H., Iswahyuni, S., Mamba’ul, S., & Surakarta, U. (2020). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Desa Jelok Cepogo Boyolali. Avicena: Journal of Health Research, 3(1), 92-104.
  11. Susianti, N. (2019). Strategi Pemerintah Dalam Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Merangin. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(1), 34–43. https://doi.org/10.22435/hsr.v22i1.1799
  12. Sutriyawan, A., Aba, M., & Habibi, J. (2020). Determinan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Daerah Perkotaan: Studi Retrospektif. Journal of Nursing and Public Health, 8(2), 1–9. https://doi.org/10.37676/jnph.v8i2.1173
  13. Syahria FD., Kaunang, Wulan P.J., & Ottay, R.I. (2015). Pemetaan Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Dengan Geographic Information System Di Minahasa Selatan, Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 3(2), 90-98
  14. Tairas, S., Kandou, G. D., & Posangi, J. (2015). Analisis Pelaksanaan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Minahasa Utara. 5(1), 21-29.