Revitalisasi Bahasa Gane melalui Edukasi Berbasis Sekolah dan Penguatan Lanskap Linguistik di SMA 4 Gane

Authors

  • Syahrir Ibnu Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Nurhadi Hamka Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35326/pkm.v9i2.7911

Keywords:

Edukasi Budaya, Bahasa Daerah, Lanskap Linguistik, Pelestarian Bahasa, Revitalisasi

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung revitalisasi bahasa Gane di SMA 4 Gane melalui pendekatan berbasis sekolah yang melibatkan guru, siswa, dan komunitas lokal. Asesmen awal menunjukkan bahwa bahasa Gane berada pada GIDS Stage 6 akibat terputusnya transmisi antargenerasi dan rendahnya penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan program mencakup observasi partisipatif, workshop edukatif untuk meningkatkan kesadaran linguistik, serta pengembangan lanskap linguistik melalui pemasangan papan informasi trilingual di area strategis sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada sikap dan pemahaman peserta didik terhadap nilai budaya bahasa Gane. Selain itu, muncul penggunaan awal kosakata Gane dalam interaksi sekolah sebagai respons terhadap meningkatnya paparan bahasa melalui lingkungan belajar. Program ini menegaskan bahwa kombinasi pendidikan kesadaran budaya dan penguatan ruang penggunaan bahasa merupakan strategi yang efektif untuk memulai upaya pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barrett-Walker, L., Plank, A., Ka'ai-Mahuta, R., & King, J. (2020). Tracking the state of the world's Indigenous languages. UNESCO Publishing.

Collins, J. T. (2014). Bahasa-bahasa Nusantara: Sebuah pengantar. Jakarta: Pusat Bahasa.

Hamka, N., Imansari, N., & Suherman, L. O. A. (2024). The Preservation of Bugis Language in Sinjai City: A Sociolinguistic Perspective. Room of Civil Society Development, 3(6), 829–840. https://doi.org/10.59110/rcsd.438

Hasan, M., Sutarto, A., & Yohana, T. (2020). Digital media integration in revitalizing indigenous languages: A case from Papuan community schools. Journal of Language and Culture Studies, 12(2), 115–129.

Kaharuddin, A., & Kaharuddin, K. (2024). Language interference and its impact on the structural decline of local languages in Indonesia. Journal of Applied Linguistics and Education, 9(1), 45–59.

La Djamudi, H., Muslimin, J., Setiyadi, A., Makatita, S. H., Zuwarni, Azwan, A., & Arifah, Z. (2025). Documenting and Analyzing the Kaledupa Flora and Fauna Lexicon: A Mixed-Methods Study on Language Shift and Marine Conservation. Room of Civil Society Development, 4(3), 493–506. https://doi.org/10.59110/rcsd.650

Lalombo, Y. (2024). Pergeseran bahasa daerah di era globalisasi: Tantangan dan peluang revitalisasi. Bahasa & Sastra, 18(1), 22–35.

Mahmud, M. (2008). Language choice among Bugis youth: Patterns and sociocultural motivations. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 21(3), 254–266.

Mansyur, F. A., Haris, A., Nengsih, W., Saleh, R., Arsad, A., & Ridwan, M. (2025). Indonesian linguistics and culture training: Building bridges of cross-cultural understanding from an early age. Room of Civil Society Development, 4(1), 109–119. https://doi.org/10.59110/rcsd.525

Mbuik, H. B., Ceunfin, B., Henuk, N. N., Benu, K. S., Modok, E. Y., Siki, L., & Saldanha, J. B. (2025). Penguatan budaya literasi berbasis komunitas melalui pojok baca di SD Negeri Suanae. Room of Civil Society Development, 4(4), 611–621. https://doi.org/10.59110/rcsd.690

Mokhtar, M. (2012). Language mixing and structural erosion in minority languages of Eastern Indonesia. Journal of Austronesian Linguistics, 8(1), 33–48.

Oppong, C., Boateng, G., & Essuman, J. (2023). Reclaiming endangered languages through community-centered digital interventions. International Journal of Indigenous Studies, 5(1), 40–55.

Rahman, S., Nurjanah, E., & Halim, A. (2025). Revitalisasi ruang fisik sekolah sebagai sarana peningkatan literasi peserta didik. Education and Society Review, 14(1), 55–67.

Sarbunan, M. (2023). Pelibatan komunitas dalam pelestarian bahasa daerah: Model pemberdayaan berbasis sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 28(2), 120–131.

Serpara, D., Wambrauw, D., & Yoku, A. (2024). Strategi pelestarian bahasa lokal melalui integrasi kegiatan literasi di sekolah dasar. Jurnal Literasi Multikultural, 3(1), 77–89.

Sewell, A. (2022). Language shift in multilingual societies: Global patterns and local consequences. Sociolinguistic Studies, 29(2), 200–217.

Sitompul, D. R., Halawa, B., & Ndruru, L. (2024). Revitalisasi bahasa daerah berbasis sekolah: Peran literasi budaya dalam penguatan identitas peserta didik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya, 6(1), 14–26.

Subiantoro, A., Diah, R., & Pratiwi, A. (2023). Model revitalisasi bahasa daerah melalui pendidikan berbasis komunitas. Jurnal Ilmu Bahasa, 9(3), 211–225.

Sugianto, A. (2023). Bahasa daerah sebagai identitas budaya: Perspektif sosiolinguistik. Jurnal Humaniora Nusantara, 5(1), 1–12.

Wiryajaya, A., Lestari, M., & Putra, F. (2024). Korean Wave and youth language practices: Implications for local language maintenance in Indonesia. Journal of Youth Cultural Studies, 7(1), 88–102.

Yuan, T. (2020). Digital revitalization initiatives for minority languages: Lessons from Asian communities. Asian Journal of Language Policy, 4(2), 67–85.

Zein, S. (2020). Language diversity and educational policy in Indonesia. Routledge Studies in Language and Education. Routledge.

Downloads

Published

2025-12-07