Inovasi Pemanfaatan Limbah Bekas Galon Air Minum Sekali Pakai sebagai Media Budidaya Tanaman Cabai untuk Lahan Pekarangan Terbatas bagi Keluarga

Authors

  • Dina Kholis Aziza Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia
  • Johan Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia
  • Nurul Chamidah Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia
  • Agus Irfan Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia
  • Bastoni Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia
  • Budi Susanto Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia
  • Nadita Dwi Nirmala Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia

Keywords:

Cabai, Limbah Galon, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional dan sering berkontribusi terhadap inflasi karena tingginya konsumsi cabai segar di kalangan masyarakat Indonesia yang menyukai makanan pedas. Pada saat yang sama, masalah sampah plastik sekali pakai, khususnya wadah galon air minum, terus meningkat di wilayah perkotaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah galon air minum sekali pakai sebagai media budidaya cabai untuk mengatasi keterbatasan lahan pekarangan keluarga di kawasan urban. Kegiatan dirancang melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra utama PCM Muhammadiyah Sumber serta pendampingan teknis oleh Universitas Muhammadiyah Cirebon. Tahapan program meliputi persiapan, pelatihan, implementasi, dan monitoring evaluasi yang dilaksanakan selama satu tahun dengan memanfaatkan 50 unit pot galon yang ditempatkan di pekarangan warga dan lahan wakaf PCM. Hasil implementasi menunjukkan bahwa inovasi media tanam berbasis limbah galon memiliki efektivitas tinggi dalam budidaya cabai pada ruang terbatas, ditunjukkan oleh lebih dari 70% tanaman yang tumbuh hingga berbuah serta tingkat adopsi peserta sebesar 80%. Program memberikan peningkatan kapasitas teknis masyarakat, mendorong pemanfaatan pupuk organik dari peternakan kambing PCM, serta menghasilkan pekarangan produktif sebagai model edukasi ketahanan pangan. Dampak lingkungan ditunjukkan melalui reduksi limbah galon ≥50 unit per bulan, sementara dampak sosial ekonomi tercermin dari penghematan belanja cabai dan kontribusi terhadap pengendalian inflasi pangan lokal. Secara keseluruhan, inovasi ini terbukti aplikatif, adaptif, dan berpotensi direplikasi pada wilayah urban lain, serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-02