Pengaruh Keterlibatan Aktif Masyarakat terhadap Keberlanjutan Infrastruktur Air Bersih (Studi Kasus di Kabupaten Wakatobi)
DOI:
https://doi.org/10.35326/scej.v10i2.7935Keywords:
Partisipasi Masyarakat, keberlanjutan infrastruktur, air bersih, keterlibatan aktif, pengawasan partisipatif, Kabupaten WakatobiAbstract
Penyediaan air bersih yang berkelanjutan di daerah terpencil seperti Kabupaten Wakatobi masih menghadapi tantangan, terutama terkait keberlanjutan infrastruktur pasca pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh partisipasi Masyarakat yang diukur melalui tiga dimensi: pengetahuan prosedural, pemahaman tanggung jawab, dan keterlibatan aktif terhadap keberlanjutan infrastruktur air bersih. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan survei lapangan terhadap 51 responden pengguna layanan PDAM di lima kecamatan di Wakatobi, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda setelah dikonversi ke skala interval menggunakan Metode Successive Interval (MSI). Hasil menunjukkan bahwa hanya keterlibatan aktif (β = 1,489; p < 0,001) yang berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan infrastruktur air bersih, sedangkan pengetahuan prosedural dan pemahaman tanggung jawab tidak signifikan (masing-masing p = 0,324 dan p = 0,827). Model regresi menjelaskan 56,5% variasi keberlanjutan infrastruktur (R² = 0,565; F = 20,387; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa tindakan nyata Masyarakat seperti pelaporan proaktif kerusakan, gotong royong, dan partisipasi dalam musyawarah, lebih menentukan keberlanjutan dibanding sekadar kesadaran atau pengetahuan. Implikasi kebijakan menyarankan penguatan sistem pengaduan berbasis digital dan integrasi insentif untuk mendorong partisipasi aktif.
Downloads
References
Afriadi, T., & Wahyono, H. (2012). Partisipasi masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 8(4), 341–348.
Anjeli, D. (2023). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Air Bersih Di Gampong Jogja Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya [Universitas Islam Negeri Ar-Raniry]. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/30979/
BPS Wakatobi. (2025). Kabupaten Wakatobi Dalam Angka 2025 (Vol. 16). BPS Kabupaten Wakatobi.
Chaerunnissa, C. C. (2015). Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Di Kabupaten Brebes (Studi Kasus Desa Legok Dan Desa Tambakserang Kecamatan Bantarkawung). Politika: Jurnal Ilmu Politik, 5(2), 99–113. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/view/8904
Kerta Arsana, I. G. N., Yekti, M. I., & Astiti, S. P. C. (2024). Peningkatan Implementasi Tri Hita Karana Pada Keberlanjutan Pengelolaan Penyediaan Air Minum Perdesaan di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ketahanan Nasional, 30(1), 66. https://doi.org/10.22146/jkn.90282
Permatasari, C., Soemirat, J., & Ainun, S. (2018). Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih di Kelurahan Cihaurgeulis Citra Permatasari, Juli Soemirat, Siti Ainun. Jurnal Reka Lingkungan, 6(1), 1–10. https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/lingkungan/article/view/1885
Purba, Y. S., & Nur, S. H. R. (2022). Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyedian Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Jandiraya. Jurnal Professional, 9(2), 475–484.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 muhammad isra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





