Main Article Content

Abstract

Benda-benda Cagar Budaya (BCB) diseputaran wilayah Kabupaten Buru Sebagian besar telah ditemukan akantetapi masih harus dilakukan observasi dan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk mengungkap sebagian lainnya yang belum ditemukan. Hal ini sangat penting dilakukan, sehingga tidak terjadi kepunahan yang membuat publik lupa akan BCB.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan Model pelestarian Budaya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Buru. Jenis penilitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan historis, komunikasi dan pendekatan berbasis sosial berkaitan dengan lingkungan yand diteliti. Proses penelitian ini bertempat di Desa Kaely Kecamatan Teluk Kaely Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Informan merupakan suatu kebutuhan utama dalam penelitian, sehingga dalam penelitian ini, informan yang dipilih peneliti adalah sejarahwan, tokoh masyarakat, dan pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan masalah Cagar Budaya, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. Sumber data penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Ada beberapa metode yang penulis gunakan dalam proses pengumpulan data yaitu observasi, interview, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisa melalui tahap deduksi, induksi, dan komparasi. Hasil penelitian meneunjukkan bahwa belum adanya regulasi yang diatur pada pemerintah Buru dalam melestarikan Cagar Budaya yang ada di Kabuapaten Buru.

Keywords

Benda Cagar Budaya Kabupaten Buru Pelestarian

Article Details

How to Cite
Rumata, A., Wael, A., & Sehol, M. (2021). Model Pelestarian Benda Cagar Budaya (BCB) Kabupaten Buru. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 7(2), 270-281. https://doi.org/10.35326/pencerah.v7i2.950

References

  1. Hadi, S. (2004). Metodologi research jilid I. Yogyakarta: Andi. https://doi.org/10.1038/emboj.2012.81
  2. Jahi, A. (1993). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara di Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. PT. Gramedia Pustaka Utama.
  3. Kasiyanto, M. . (1991). Masalah dan Strategi Pembangunan Indonesia. PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.
  4. Marbun, B. N. (1983). DPR Daerah Pertumbuhan Masalah dan Masa Depannya (1st ed.). Ghalia Indonesia.
  5. Mubyanto. (2011). Prospek Otonomi Daerah dan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Ekonomi (1st ed.). BPFE-Yoyakarta.
  6. Muhammad, A. (2011). Membaca Karakter Orang Berdasarkan Etnisnya (1st ed.). Najah.
  7. Nawawi, Hadari, & Martini, M. (1996). Penelitian Terapan. Gaja Mada University Press.
  8. Nawawi, Hadrawi. (n.d.). Metode Penelitian Bidang Sosial. (8th ed.). Gajah Mada University Press.
  9. Sudjana, N. (1981). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Sinar Biru.
  10. Sugiono. (2010). Metode Penelitian Administrasi. (2nd ed.). Alfabeta.
  11. Suharsimi, A. (2002). Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.
  12. Susiati, S. (2020). Nilai Budaya Suku Bajo Sampela Dalam Film The Mirror Never Lies Karya Kamila Andini.
  13. Syaukani, H. (2020). Titik Temu dalam Dunia Pendidikan Tanggung Jawab Pemerintah, Pendidik, Masyarakat, dan Keluarga Dalam Membangun bangsa (1 (ed.)). Nunusa Madani.