Main Article Content

Abstract

Kecamatan Ngaliyan merupakan kawasan pinggiran barat Kota Semarang yang mengalami pertumbuhan pesat akibat lokasinya yang strategis, kedekatannya dengan pusat industri, serta adanya pengembangan BSB. Pertumbuhan penduduk sebesar 10,45% pada periode 2015–2019 memicu peningkatan kebutuhan lahan hunian yang berdampak langsung pada perubahan kondisi fisik dan tata ruang kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola perkembangan kawasan berdasarkan morfologi ruang di Kecamatan Ngaliyan dengan menelaah dinamika bentuk ruang yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial, melalui analisis variabel penggunaan lahan, pola jaringan jalan, pola bangunan, serta perkembangan bentuk kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kawasan permukiman cenderung mengikuti struktur jaringan jalan yang telah terbentuk sebelumnya, mencerminkan karakter path dependence dalam transformasi ruang perkotaan. Intensifikasi lahan terjadi terutama di sekitar koridor kolektor dan simpul-simpul aktivitas, disertai peningkatan kepadatan bangunan tanpa perubahan signifikan pada pola jaringan jalan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa morfologi ruang Kecamatan Ngaliyan berkembang secara gradual melalui intensifikasi dan ekspansi terarah, dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas dan tekanan kebutuhan hunian, sehingga memberikan gambaran evolusi ruang yang khas pada kawasan pinggiran kota besar.

Keywords

Spatial Morphology Residential Area Building Patterns Land Use

Article Details

How to Cite
Arief Rahman, R. A. P., Pamurti, A. A., & Prabowo, D. (2025). Pola Perkembangan Kawasan Berdasarkan Morfologi Ruang di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 11(4), 1250–1262. https://doi.org/10.35326/pencerah.v11i4.7827

References

  1. Adimagistra, T., & Wahjoerini, W. (2020). Identifikasi Morfologi Kawasan Pesisir Pantai di Kota Semarang dan Perkembangannya (Studi Kasus: Pantai Marina). Indonesian Journal of Spatial Planning, 1(1), 1-6.
  2. Anityas, D. S., & Ikaputra. (2021). Morfologi Kawasan Kampung Pekojan Semarang (Sebuah Kajian Bentuk Kawasan). Jurnal Arsitektur ALUR, 4(2), 73–81.
  3. Aryani, P. A., & Pradoto, W. (2014). Perubahan Penggunaan Lahan Kawasan di sekitar BSB. Teknik PWK, 3(1), 96–105.
  4. Asriana, Z. (2023). Analisis Morfologi Perkotaan di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa. Jurnal sosial dan sains, 3(12), 1283-1287.
  5. Branch, M. C. (1995). Perencanaan Kota Komprehensif: Pengantar dan Penjelasan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  6. Burton, E. (2002). Measuring Urban Compactness in UK Towns and Cities. Environment and Planning B: Planning and Design, 29(2), 219–250. doi:10.1068/b2713
  7. Daumpung, A. D., Sela, R., & Franklin, P. (2021). Analisis Morfologi Permukiman Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 10(1), 84-93.
  8. Deviana, A., Giyarsih, S. R., & Hizbaron, D. R. (2024). Perkembangan Pusat Perkotaan di Daerah: Analisa Kegiatan Wilayah Kabupaten Klaten Menggunakan Citra Landsat. Jurnal Kawistara, 14(2), 245-267.
  9. Dwijendra, N. K. A., & Putra, I. D. G. A. D. (2022). Pola spasial pertumbuhan kawasan permukiman di Desa Dalung. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 11(1), 15-23.
  10. Larkham, P. (1996). Conservation and the City (1st ed.). London: Routledge. doi:10.4324/9780203035238
  11. Lature, A. K. N., Affandi, M. I., & Asbi, A. M. (2018). Identifikasi Pola Spasial Perkembangan Fisik Melalui Pertumbuhan Kawasan Perumahan di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung. Infrastuktur dan Kewilayahan. Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.
  12. Mandaka, M., Syamsul Huda, I., & Yulitriani, E. (2023). Tipologi Dan Morfologi Kawasan Kota Lama Semarang. Jurnal Arsitektur ALUR, 6.
  13. Mattin, A., Fitrianto, A., & Devi, S. M. (2022). Kajian Morfologi Kota Balikpapan. Jurnal Arsitektur Display, 1(1), 1-9.
  14. Putra, S. M., Latief, R., & Suaeb, I. (2022). Pengaruh Perubahan Morfologi Kota Terhadap Pembentukan Struktur Ruang Kota Kupang: Studi Kasus Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Urban and Regional Studies Journal, 4(2), 102-109.
  15. Putri, M. A., Rahayu, M. J., & Putri, R. A. (2016). BENTUK MORFOLOGI KAWASAN PERMUKIMAN URBAN FRINGE SELATAN KOTA SURAKARTA. Jurnal Pengembangan Kota, 4(2), 120. doi:10.14710/jpk.4.2.120-128
  16. Ramadhan Pascawijaya, R. P., Bowo Susilo, B. S., & Prima Widayani, P. W. (2020). Pola perkembangan morfologi fisik kota di cekungan bandung periode 2009–2018. Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 10(1), 19-33.
  17. Rosiana, M. (2002). Kajian Pola Morfologi Uang Kawasan Pecinan (Studi kasus: Kawasan Pecinan Semarang) (Doctoral dissertation, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro).
  18. Simaela, D. H., Tilaar, S., & Warouw, F. (2019). Analisis Morfologi Permukiman Di Kawasan Pesisir Kecamatan Tumpaan. Spasial, 6(3), 637-645.
  19. Soetomo. (2009). Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  20. Tallo, A. J., Pratiwi, Y., & Astutik, I. (2014). Identifikasi pola morfologi kota (Studi kasus: sebagian Kecamatan Klojen, di Kota Malang). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 25(3), 213-227.
  21. Tribhuwaneswari, A. B., Shofwan, M., & Darmadi, R. (2023). Perubahan Aturan Dan Batasan Lokal Pada Morfologi Ruang Kampung Tua di Kota Surabaya Melalui Pembacaan Secara Sinkronik dan Diakronik. Jurnal Plano Buana, 3(2), 77-90.
  22. Tyas, W. I., Danial, D. M., & Izjrail, A. B. (2013). Kajian Bentuk dan Tatanan Massa di Kawasan Bangunan Ci-Walk (Cihampelas Walk). Reka Karsa, 1(2), 1–11.
  23. Yunus, H. S. (2000). Struktur Tata Ruang Kota (7th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  24. Yunus, H. S. (2008). Dinamika Wilayah Peri-Urban: Determinan Masa Depan Kota (1st ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  25. Zahnd, M. (1999). Perancangan kota secara terpadu: teori perancangan kota dan penerapannya. On Seri Strategi Arsitektur. Kanisius.