Main Article Content

Abstract

Keterbatasan waktu dan desain kegiatan yang kurang terstruktur menjadi problematika penerapan pembelajaran sains dengan pendekatan saintifik di TK Kartika Wirabuana 51 Kota Baubau.  Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran sains berbasis bahan sekitar melalui pendekatan saintifk untuk menstimualasi kemampuan saintifik anak di TK Kartika Wirabuana 51 Kota Baubau. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatori. Data-data dikumpulkan melalui observasi wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskripstif yakni direduksi, display dan verifikasi untuk menemukan hasil sesuai yang diharapkan. Adapun proses penerapan pembelajaran sains dengan pendekatan saintifik dimulai dari pemberian inspirasi awal terkait perkenalan alat dan bahan, desain kegiatan yang telah dirancang dilanjutkan dengan proses eksplorasi untuk menstimulasi kemampuan saintifik anak.

Keywords

Bahan Alam Sekitar Pembelajaran Sains Pendekatan Saintifik

Article Details

How to Cite
Henny, H., & Asmawati, S. (2022). Pembelajaran Sains dengan Pendekatan Saintifik Berbasis Bahan Alam Sekitar TK Kartika Wirabuana 51 Kota Baubau. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 8(3), 670-682. https://doi.org/10.35326/pencerah.v8i3.2444

References

  1. Amri, N. A., & Intisari, I. (2019). Pretend Play Sebagai Dasar Pengembangan Karakter Anak Usia Dini. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 3(1), 36. https://doi.org/10.26858/pembelajar.v3i1.6864
  2. Andrianto, D. (2011). Memanfaatkan Lingkungan Sekitar. 1–22.
  3. Angga Saputra, A. S., & Lalu Suryandi, L. S. (2021). Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Dalam Perspektif Vygotsky Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran. PELANGI: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 2(2), 198–206. https://doi.org/10.52266/pelangi.v2i2.582
  4. Asih, D. A. S. (2017). Pengaruh Penggunaan Fasilitas Belajar di Lingkungan Alam Sekitar Terhadap Keterampilan Proses Sains. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 7(1), 13–21. https://doi.org/10.30998/formatif.v7i1.1331
  5. Becker, F. G., Cleary, M., Team, R. M., Holtermann, H., The, D., Agenda, N., Syria Studies, 7(1), 37–72. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/269107473_What_is_governance/link/548173090cf22525dcb61443/download%0Ahttp://www.econ.upf.edu/~reynal/Civil wars_12December2010.pdf%0Ahttps://think-asia.org/handle/11540/8282%0Ahttps://www.jstor.org/stable/41857625
  6. Hasiana, I., Aulia Insani, Aisyah, & Ahmad Fachrurrazi. (2020). Optimalisasi Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Anak Usia Dini di Desa Tawar Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Jurnal Abadimas Adi Buana, 4(1), 29–34. https://doi.org/10.36456/abadimas.v4.i1.a2379
  7. Imran, R. F., & Suryani, N. A. (2018). Pengenalan Sains Melalui Media Awetan Serangga ( Insektarium ) Pada Anak Usia Dini. 767–772.
  8. Izzuddin, A. (2021). E D I S I Upaya Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Media Pembelajaran Sains. Oktober, 3(3), 542–557. Retrieved from https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/edisi
  9. Khaeriyah, E., Saripudin, A., & Kartiyawati, R. (2018). Penerapan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran Sains Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 4(2), 102. https://doi.org/10.24235/awlady.v4i2.3155
  10. Librianty, H. D., & Susanti, N. (2021). Pendampingan Pengelolaan Pembelajaran dengan Kreasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–7.
  11. Mariyana, R., & Setiasih, O. (2018). Penataan Lingkungan Belajar Terpadu Untuk Meningkatkan Potensi Kecerdasan Jamak Anak. Pedagogia, 15(3), 241. https://doi.org/10.17509/pdgia.v15i3.11020
  12. Nurhafizah. (2017). Strategi Pengembangan Kemampuan Sains Anak Taman Kanak-Kanak di Koto Tangah Padang. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3(3b), 72–77.
  13. Rahmawati, S. (2020). Media Realia dalam Pembelajaran Sains Anak Usia 5-6 Tahun. Irfani, 16(1), 9–25. https://doi.org/10.30603/ir.v16i1.1309
  14. Roza, M. M. (2012). Pelaksanaan Pembelajaran Sains Anak Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 29 Padang. Pesona Paud, 1(1), 1–11. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/index.php/paud
  15. Salem, V. E. T., Fathimah, S., Sidik, S., & Hasrin, A. (2021). Sosialisasi Dampak Penggunaan Gadget Anak Usia Dini Pada Ibu-Ibu di Jemaat Nafiri Malalayang 1 ( Tinjauan Sosiologi Keluarga). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(3), 561–566. https://doi.org/10.36312/jime.v7i3.2305
  16. Smith, P. K., Bogin, B., & Bishai, D. (2005). Are Time Preference and Body Mass Index Associated? Evidence from the National Longitudinal Survey of Youth. Economics and Human Biology, 3(2 SPEC. ISS.), 259–270. https://doi.org/10.1016/j.ehb.2005.05.001
  17. Syaodih, E. (2003). Perkembangan Anak Taman Kanak-Kanak. Perkembangan Anak Taman Kanak-Kanak PERKEMBANGAN, 1–25.
  18. Watini, S. (2019). Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sains pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 82. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.111
  19. Yaswinda, Y. (2018). Pengembangan Bahan Pembelajaran Sains Berbasis Multisensori Ekologi Bagi Guru Paud Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 13–22.
  20. Yunita, H., Meilanie, S. M., & Fahrurrozi, F. (2019). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Pendekatan Saintifik. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 425. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.228