Main Article Content

Abstract

Kaidah-kaidah morfofonemik prefiks meng- bahasa Indonesia sudah dirumuskan dengan jelas, tetapi masih sering tidak ditepati adalam penulisan artikel jurnal ilmiah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengungkap bentuk ketidaktepatan penerapan kaidah morfofonemik prefiks meng- dalam artikel jurnal ilmiah dan (2) mengungkap kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan kaidah morfofonemik prefiks meng- pada artikel jurnal ilmiah. Data diambil dari delapan jurnal ilmiah yang bereputasi nasional. Data kalimat yang bergejala ketidaktepatan penerapan kaidah morfofonemik prefiks meng- bahasa Indonesia yang sudah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan pendekatatan tata bahasa struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan penerapan kaidah morfofonemik prefiks meng- bI pada artikel jurnal ilmiah terjadi pada tiga keadaan, yaitu (1) afiksasi prefiks meng- pada kata dasar yang menyerupai kata kata dasar sekunder, (2) afiksasi prefiks meng- pada kata dasar yang berbentuk kata serapan dari bahasa asing, dan (3) afiksasi prefiks meng- pada kata-kata yang sudah lama diberi kekecualian. Ketiga keadaan ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu (1) menyamakan kata dasar primer dengan kata dasar sekunder, dan (2) memberikan kekecualian pada kata-kata serapan dari bahasa asing, dan (3) terbawa oleh kebiasaan berbahasa yang lama.

Keywords

Bahasa Indonesia Kaidah Morfofonemik Prefiks Meng- Ketidaktepatan

Article Details

How to Cite
Iman, M., Nurahmad, M., & Imran, M. (2022). Ketidaktepatan Penerapan Kaidah Morfofonemik Prefiks Meng- Bahasa Indonesia Pada Artikel Jurnal Ilmiah. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 8(3), 694-709. https://doi.org/10.35326/pencerah.v8i3.1918

References

  1. Aji, E. N. W. (2017). Beberapa Kesalahan Ejaan dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga Medikora. Jurnal Jalabahasa, 13(1).
  2. Andini, H. (2017). Makna Kultural dalam Leksikon Perlengkapan Seni Begalan Masyarakat Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).
  3. Bili Ngongo, M. (2020). Proses Afiksasi dalam bahasa Wewewa (Doctoral dissertation, STKIP Weetebula).
  4. Budiyono, S., & Santoso, G. B. (2018). Eksistensi Morfofonemik Bahasa Indonesia Dalam Surat Kabar Harian Solo Pos Edisi 2018. In Pertemuan Ilmiah Bahasa Dan Sastra Indonesia (PIBSI) 2018.
  5. Darwis, M.( 2012). Morfologi Bahasa Indonesia Bidang Verba. Makassar: CV. Menara Intan.
  6. Devianty, R. (2021). Salah Kaprah Dalam Bahasa Indonesia: Tinjauan Morfofonemik. Eunoia (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia), 85-98.
  7. Elen Inderasari dan Tiya Agustina (2017). Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Mahasiswa Asing Dalam Program Bipa Iain Surakarta. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 6-15.
  8. Fitrianti, E. (2017). Morphofonemical Verba in Kerinci Language. Jurnal Ilmiah Langue and Parole, 1(1), 249-256.
  9. Gumilang, G. S. (2016). Metode penelitian kualitatif dalam bidang bimbingan dan konseling. Jurnal Fokus Konseling, 2(2).
  10. Hidayah, B. (2013). Afiksasi Kata Kerja Masa Lampau dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia; Analisis Kontrastif. Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 1(2), 114-129.
  11. Inderasari, E., & Agustina, T. (2017). Pembelajaran Bahasa Indonesia pada mahasiswa asing dalam program BIPA IAIN Surakarta. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 6-15.
  12. Mandia, I. N. (2017). Penelurusan Bentuk Baku Kata Bahasa Indonesia. Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(1), 21.
  13. Muzaroah, S., Septiana, I., & Ulfiyani, S. (2021). Penggunaan Prefiks pada Teks Biografi Karya Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 1 Juwangi Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Kualita Pendidikan, 2(2), 96-101.
  14. Rahman, F. (2019). Meretas Jalan Publikasi Jurnal Internasional bagi PTN-PTS di Kota Watampone. Jurnal Ilmu Budaya, 7(1), 146-151.
  15. Rinah, N. J. (2011). Hubungan Kekerabatan Bahasa Malagasy dengan Bahasa Maanyan (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University).
  16. Riyadi, S. (2020). Analisis bentuk kesalahan morfologi dan penyebabnya Dalam karangan siswa kelas vii Mts nurul irsyad nw pesantek desa setiling Tahun pelajaran 2019-2020: Analisis bentuk kesalahan morfologi dan penyebabnya Dalam karangan siswa kelas vii Mts nurul irsyad nw pesantek desa setiling Tahun pelajaran 2019-2020. Literasi: Jurnal Penelitian, Pendidikan Bahasa, dan Sastra, 1(01), 2-12.
  17. Sahril, S. (2018). Proses Perubahan Fonem Dalam Teks Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas Vii Sekolah Menengah Pertama Kajian Morfofonemik (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Makassar).
  18. Saleh, F., Rahman, F., & Hasyim, M. (2021). Metaphor in the Bugis Language Expression of the Sidenreng Dialectin South Sulawesi. International Journal of Arts and Social Science.
  19. Suwarni, A., Pammu, A., Rahman, F., Saleh, N. J. (2021). A Genre Analysis of the Undergraduate Thesis Abstracts: Revisiting Swales' Theory of Written Discourse. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities 4 (1), 57-64.
  20. Simpen, I. W. (2021). Morfologi: Kajian Proses Pembentukan Kata. Bumi Aksara.
  21. Triyanto, H., & Nurhayati, E. (2016). Interferensi gramatikal bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada karangan laporan peserta didik SMP. LingTera, 3(1), 23-36.
  22. Zakaria, Z., Duli, A., Rahman, F., Armin, M. A. (2021). Prefix Patterns of Toraja: Case Study of Sumarorong Language. Proceedings of the International Congress of Indonesian Linguistics Society (KIMLI 2021).