Main Article Content

Abstract

Penelitian ini melengkapi kajian sebelumnya tentang sikap politik Muhammadiyah di era pra kemerdekaan, era Orde Lama, Orde Baru, hingga era pascareformasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap politik Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam Pemilihan Presiden 2019, Pemilihan Legislatif DPRD dan DPR-RI, serta pemilihan Calon Anggota DPD RI. Studi ini berupaya menemukan model relasi Muhammadiyah dan politik berbasis pengalaman Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus agar dapat memberi gambaran mendalam tentang topik penelitian. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, serta studi dokumen. Selanjutnya tahapan analisis data diawali dengan proses reduksi, kategorisasi, lalu interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara normatif, sikap politik Muhammadiyah dalam berbagai kontestasi relatif sama, yaitu bersikap netral. Namun netralitas itupun memiliki penafsiran beragam, ada netralitas pasif dan aktif. Penafsiran terhadap netralitas terjadi baik pada level Pemilihan Presiden, Pemilihan DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi, DPR RI, maupun DPD RI. Temuan lainnya, berbagai ijtihad model relasi Muhammadiyah dan politik tidak lagi sepenuhnya mengandalkan instruksi atau penafsiran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Keywords

Etnografi Politik Hubungan Politik Muhammadiyah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Pemilihan Umum 2019

Article Details

How to Cite
Hadisaputra, H. (2021). Etnografi Politik Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam Pemilu 2019. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 7(3), 328-343. https://doi.org/10.35326/pencerah.v7i3.1311

References

  1. Alfian. (1989). Muhammadiyah: The Political Behavior Of A Muslim Modernist Organization Under Dutch Colonialism. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  2. Bosra, M. (2008). Tuang Guru, Anrong Guru dan Daeng Guru: Gerakan Islam di Sulawesi Selatan 1914-1942. Makassar: La Galigo Press.
  3. Burhani, A. N. (2019). Opini Kompas: Muhammadiyah di Tahun Politik. Jakarta, Kompas: 25 Januari 2019.
  4. Creswell, J. W. (2016). Research Design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Terjemahan Achmad Fawaid dan Rinayanti Kusmini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Fatmawati. (2014). Perilaku Politik Elit Muhammadiyah Pasca Orde Baru di Makassar (1999-2004). Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
  6. Gunning, J., & Jackson, R. (2011). What's so ‘religious’ about ‘religious terrorism’?. Critical Studies on Terrorism, 4(3), 369-388. Doi: https://doi.org/10.1080/17539153.2011.623405.
  7. John, D. M., & Mayer, N. Z. (1977). Resource Mobilization and Social Movements: A Partial Theory. In Social movements in an organizational society (pp. 15-42). Routledge.
  8. Jurdi, S. (2010). Muhammadiyah dalam Dinamika Politik Indonesia 1966-2006. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  9. Maarif, A. S. “Muhammadiyah dan High Politics” dalam jurnal Ulumul Qur’an, No.2, Vol.VI, 1995.
  10. Nashir, H. (2008). Khittah Muhammadiyah Tentang Politik. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
  11. Qadir, Z., Nurmandi A., & Yamin M. N. (2015). Muhammadiyah dan Negara: Arah Pemikiran dan Gerakan Abad Kedua, dalam Ijtihad Politik Muhammadiyah: Politik sebagai Amal Usaha (Editor: Zuly Qadir dkk). Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2015.
  12. Sholikin, A. (2018). Perbedaan Sikap Politik Elektoral Muhammadiyah Antara Pusat Dan Daerah. Jurnal Polinter, Vol. 3 No. 2. Jakarta, Program Studi Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945. Doi: https://doi.org/10.52447/polinter.v3i2.1080
  13. Suratman. (2017) Elit Muhammadiyah dalam Politik (Studi Kasus: Kemenangan A. M. Iqbal Parewangi Sebagai Anggota DPD RI Pada Pemilu 2014). Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.
  14. Syaifullah. (1997). Gerak Politik Muhammadiyah dalam Masyumi. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  15. Syamduddin, M. Din. (1995). “The Muhammadiyah Da’wah and Allocative Politics In The New Order.” Studia Islamika 2 (2): 35–71.
  16. Taba, A. A. (1996). Islam dan Negara dalam Politik Orde Baru. Jakarta: Gema Insani Press; 1996.
  17. Tebba, S. (1993). Islam Orde Baru: Perubahan Politik dan Kenegaraan. Jogyakarta: Tiara Wacana; 1993.
  18. Yin, RK. (1996). Studi Kasus: Desain dan Metode. Terjemahan, M. Djauzi Mudzakir. Jakarta: RajaGrafindo Persada.