Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mineral nitrogen dan besi terhadap sifat fisiologis dan pertumbuhan tanaman terong lokal buton (solanum melongena L). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan berupa pemupukkan dengan membuat larutan Hoagland sebanyak tiga jenis yaitu larutan lengkap, larutan tanpa N, larutan N tiga kali, larutan tanpa Fe, dan larutan Fe tiga kali. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dengan 5 tanaman tiap ulangan. Analisis data pengamatan menggunakan analisis sidik ragam. Apabila ditemukan beda nyata diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nutrisi dengan beda komposisi serta tingkat dosis berpengaruh terhadap sifat fisiologis tanaman terong lokal buton seperti tinggi tanaman, kandungan klorofil, aktivitas nitrat reduktase dan nisbah luas daun. Secara keseluruhan, perlakuan nutrisi 3 Fe lebih baik dibandingkan dengan perlakuan nutrisi lainnya, yang disebabkan oleh tanaman terong lokal buton masih toleran terhadap penambahan perlakuan Fe.

Keywords

Terong Pertumbuhan Gizi Fisiologi

Article Details

How to Cite
Aliyaman, A. (2021). Pengaruh Mineral Nutrisi Nitrogen dan Besi Terhadap Sifat Fisiologis dan Pertumbuhan Tanaman Terong Lokal Buton (Solanum Melongena L). Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 7(3), 359-370. https://doi.org/10.35326/pencerah.v7i3.1262

References

  1. Alim, A.S., Sumarni, T. & Sudiarso. (2017). Pengaruh Jarak Tanam Dan Defoliasi Daun Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Jurnal Produksi Tanaman, 5(2), 273-280.
  2. Aliyaman & Indradewa, D. (2019). Growth and Yield Characters of Two Cashew Varieties (Anacardium occidentale L) at Different Tree Ages in Baubau City, South-East Sulawesi Province. Jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science), 4(1), 1-8.
  3. Andriani, V. & Habibah, R. N. (2019). Penambahan Konsentrasi Fe EDTA Pada Nutrisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakchoy (Brassica rapa l.) Sistem Hidroponik Nutrien Film Technique (NFT). Prosiding Seminar Nasional HAYATI VII, 159-163.
  4. Ayu, L., Indradewa, D. & Ambarwati, E. (2012). Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Pucuk Teh (Camellia sinensis Kuntze) di Berbagai Tinggi Tempat. VEGETALIKA, 1(4), 1-12.
  5. Dewayani, D.S., Sakya, A.T. & Sulanjari. (2018). Pengaruh Aplikasi Hara Mikro Fe terhadap Analisis Pertumbuhan Tomat. Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis UNS Ke 42, 2(1), 212-219.
  6. Dewi, T., Anas, I., Suwarno, & Nursyamsi, D. (2013) Pengaruh Pupuk Organik Berkadar Besi Tinggi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Padi Sawah. AGRIC, 25(1), 58-63.
  7. Fahad, S., Ahmad, K. M., Anjum, M. A. & Hussain, S. (2014). The effect of micronutrients (B, Zn and Fe) foliar application on the growth, flowering and corm production of gladiolus (Gladiolus grandiflorus L.) in calcareous soils. J Agr. Sci. Tech, 16(1), 1673-1676.
  8. Fahmi, A., Syamsudin, Utami, S.N.H. & Radjagukguk, B. (2010). Pengaruh Interaksi Hara Nitrogen dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Tanah Regosol dan Latosol. Berita Biologi, 10(3), 297-304.
  9. Ichsan, M.C., Riskiyandika, P., & Wijaya, I. (2016). Respon Produktifitas Okra (Abelmoschus esculentus)Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Petroganik Dan Pupuk N. Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(1), 29-41.
  10. Juhaeti, T. & Lestari, P. (2016). Pertumbuhan, Produksi dan Potensi Gizi Terong Asal Enggano Pada Berbagai Kombinasi Perlakuan Pemupukkan. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati, 15(3), 303-313.
  11. Lakitan, B. (2018). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Press. ISBN: 979-421-377-2.
  12. Moelyohadi, Y. (2015). Respon Pertumbuhan Akar Dan Tajuk Beberapa Genotif Jagung (Zea mays.L) Pada Kondisi Suplai Hara Rendah Dengan Metode Kultur Air. KLOROFIL: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian, 36-42.
  13. Mohamadipoor, R., Sedaghathoor, S. & Khomami, A. M. (2013). Effect of application of iron fertilizer in two methods ‘foliar and soil application’ on growth characteristic of Spathyphyllum illusion. European Journal of Experimental Biology, 3(1), 232-240.
  14. Mpapa, B.L. (2016). Analisis Kesuburan Tanah Tempat Tumbuh Pohon Jati (Tectona grandis L.) Pada Ketinggian Yang Berbeda. Jurnal Agrista, 20(3), 135-139.
  15. Pertamawati, 2010. Pengaruh Fotosintesis Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Dalam Lingkungan Fotoautotrof Secara Invitro. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 12(1), 31-37.
  16. Pramitasari, H.E., Wardiyati, T. & Nawawi, M. (2016). Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen Dan Tingkat Kepadatan Tanaman Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.). Jurnal Produksi Tanaman, 4(1), 49-56.
  17. Safei, M., Rahmi, A. & Jannah, N. (2014). Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Mustang-F1. Jurnal Agrifor, 13(1), 59-66.
  18. Sofyan, E.T., Machfud, Y., Yeni, H., & Herdiansyah, G. (2019). Penyerapan Unsur Hara N, P Dan K Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Akibat Aplikasi Pupuk Urea, Sp-36, Kcl Dan Pupuk Hayati Pada Fluventic Eutrudepts Asal Jatinangor. Jurnal Agrotek Indonesia, 4(1), 1-7.
  19. Sunarjono, H. (2013). Bertanam 36 Jenis Sayur. Penebar Swadaya, Jakarta.
  20. Taufiq, A. (2014). Identifikasi Masalah Keharaan Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Malang.
  21. Zarliani, W.A., Purnamasari, W.D. & Muzuna, 2020. Cara Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Tanaman Sayuran Di Kelurahan Ngkaring-Ngkaring. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri, 4(2), 188-195.
  22. Zuhaida, L., Ambarwati, E. & Sulistyaningsih, E. (2012). Pertumbuhan Dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) Hidroponik Diperkaya Fe. VEGETALIKA, 1(4), 1-10.
  23. Zulfarosda, R., Purnamasari, R.T. & Julaikha, S. (2020). Pengaruh Variasi Kelat Pupuk Mikro Fe Terhadap Ph Larutan Nutrisi Dan Berat Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Pada Sistem Hidroponik. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 5(1), 12-17.