Ability To Pay Dan Willingness To Pay Masyarakat Kota Baubau Terhadap Tarif Angkutan Umum

  • Morgan Lamotokana Setidy & Debby Universitas Muhammadiay Buton
Keywords: BOK, ATP, WTP

Abstract

Angkutan umum mikrobag, terutama di Baubau dalam operasinya, sangat bergantung pada bensin, sementara harga minyak dunia yang tidak stabil berdampak pada kenaikan harga komponen yang mempengaruhi Biaya Operasional Kendaraan (BOK), yang mengarah pada kenaikan tarif angkutan umum. Terhadap kenaikan tarif angkutan umum, menarik untuk mencatat Kemampuan Membayar, dan Kesediaan Membayar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung BOK yang dibandingkan dengan WTP dan WTP. BOK terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung, sedangkan untuk menghambat WTP digunakan ATP = Anggaran untuk trans.ransport / bulan: Frekuensi penggunaan transportasi / bulan. Untuk WTP = Rata-rata jenis pekerjaan PAP dan PAP dari semua kategori pekerjaan. Hasil dari penelitian ini adalah Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah Rp. 28.145.168, -, Nilai Ability To Pay (ATP) pada hari kerja (hari kerja) sebesar Rp 2.349,66 untuk kategori umum dan Rp. 1.162,67 untuk kategori siswa, pada hari libur umum (akhir pekan) sebesar Rp. 2.378,34 untuk kategori umum dan Rp. 1.934.68 untuk kategori siswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa tarif yang berlaku pada saat penelitian adalah Rp. 2.500, - masih di atas nilai ATP. Nilai Willingness To Pay (WTP) pada hari kerja (hari kerja) sebesar Rp. 2.322.036 untuk kategori umum dan Rp 1.148,44 untuk kategori siswa pada hari libur (akhir pekan) sebesar Rp. 2.333,93 untuk kategori umum dan Rp 1.884,62 untuk kategori siswa.

Published
2019-02-01